Tuhan kita siapa?

Sabda Rasulullah saw, "Barangsiapa menemui Allah sedang ia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun nescaya ia masuk syurga, dan barangsiapa menemui Allah sedang ia menyekutukanNya dengan sesuatu nescaya ia masuk neraka." (Riwayat Muslim)

Hadis tersebut bukan bertujuan untuk mengkafirkan apatah lagi menerakakan sesiapa, tetapi sebagai peringatan untuk kita sendiri.

Kepada apa/siapa kita 'mengikat' diri kita?

Di zaman fitnah materialisme ni (dan juga ideologi-ideologi lain), adakah kita antara yang terjebak 'mengikat' diri kepada sesuatu selain Allah, sehingga terlupa siapa Tuhan yang sebenar, kepada siapa patut kita kembali dan rujuk?

Material patut dilayan sebagai materi yang hanya diguna ketika perlu, paling tidak pun mengikut kemampuan kita, bukannya sehingga menjadi objektif utama kehidupan apatah lagi sebagai penanda aras dalam setiap langkah perjalanan di dunia.

Be aware on what and who we tied our lives to...


Comments